Cerita dan Sketsa di Klenteng Kwan Im Kiung Singkawang

Bau hio dan bau hujan yang membasahi aspal, mengiringi kami memasuki kuil besar yang terlihat mencolok di antara bangunan-bangunan ruko (rumah toko) di Kota Singkawang.

Di depan kuil dibangun satu tenda pesta berwarna merah untuk melindungi barang-barang sajian untuk perayaan Cap Go Meh keesokan hari. Ada keranjang berisi buah-buahan, patung-patung berwarna emas yang dikemas dalam kotak kaca dan diberi pita merah serta lilin besar dengan aksara cina.

Patung Emas

Semua orang tampak sibuk mempersiapkan perayaan terbesar di Singkawang itu. Lebih meriah daripada perayaan tahun baru Imlek.

Layaknya perempuan, kuil-kuil dipoles, didandani agar cantik dan menarik. Tak terkecuali Vihara Budhi Dharma atau yang dikenal dengan nama Vihara Kwan Im Kiung. Kuil ini belum ada setahun diresmikan alias baru dibangun. Pantaslah megah sekali.

Interior Kelenteng

“Datang dari mana Mbak?”, ujar seorang lelaki yang melihat saya asyik dengan kamera di depan kelenteng.

“Dari Jakarta, Pak”, balas saya.

“Wah, mau nonton Cap Go Meh ya. Setiap Cap Go Meh memang banyak turis di Singkawang”, ujar Bapak itu lagi.

Saya mengangguk dan berujar bahwa saya tidak datang sendiri melainkan bersama beberapa teman.

“Akhirnya impian saya terkabul buat nonton Cap Go Meh di Singkawang, Pak. Biasanya saya menonton di Bogor”, kata saya lagi.

“Segitu terkenalnya ya kota kami ini”, celoteh si Bapak sambil terkekeh.

“kelenteng ini cantik sekali ya detilnya. Bapak tahu siapa arsiteknya?” tanya saya.

“Namanya tidak ingat, tapi yang bikin ini orang Jawa. Mereka kalau bikin kelenteng memang detil sekali”, jawab si Bapak.

Wah yang buat orang Jawa toh. Awalnya saya mengira orang Bali karena keahlian mereka dalam memahat tidak perlu diragukan lagi.

Saya lalu pamit untuk masuk ke dalam kelenteng. Siapa pun pasti terkagum dengan setiap detil yang ada di tangga, tiang, langit-langit, jendela, dinding, ah semuanya cantik.

Beberapa lampion ditambahkan di sudut-sudut kuil untuk menambah semarak perayaan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh.

Interior Kelenteng 2
I love every details of this temple…
Altar Dewi Kwan Im
Dewi Kwan Im di Altar Utama

Vihara Budi Dharma nan megah ini juga dikenal dengan nama Vihara Kwan Im Kiung/Kwan Im Tong oleh masyarakat Singkawang. Vihara ini dibangun oleh pengusaha sukses, Bapak Djong Siaw Khiang, Putra asli Singkawang yang tinggal di Jakarta.

Meski tidak sempat bertemu langsung dengan beliau, saya mendapatkan ceritanya oleh seorang teman seperjalanan yang mengunjungi kelenteng ini tepat sebelum kami datang ke sana. Ah, mereka sungguh beruntung bisa bertemu dan bercerita langsung dengan Bapak Djong Siaw Khiang.

Sefin in Frame
Every corners just Instagramable! In frame : Sefin

Saat saya dan Sefin sedang asyik berkeliling kelenteng yang cantik ini, Kak Vira asyik duduk di bangku plastik di depan kelenteng dan berkutat dengan buku sketsanya. She’s so talented! I envy her, in positive way.

Saya mengagumi semua orang yang bisa menggambar dengan bagus. Rasanya menyenangkan memperhatikan Kak Vira yang menggoreskan pulpennya di atas buku sketsa.

Sketching Vihara
Kak Vira and her skecth book…
Hasil Sketsa
Vihara Budi Dharma/Kwan Im Kiung/Kwan Im Tang/Kwan Im Tong (Sketched by: Vira Indohoy)

Silahkan baca cerita Cap Go Meh versi Kak Vira di Cap Go Meh in Singkawang, A Parade of The Possessed.

Selain memperhatikan Kak Vira asyik dengan sketsa, saya juga melihat orang lalu-lalang di vihara. Ada yang membawa hio dan berdoa. Ada juga yang meletakkan kantong keresek berisi telur atau jeruk kunci di depan kuil kecil.

Saya lupa untuk bertanya apa maksud dari kantong keresek tersebut. Apakah itu persembahan resmi? Ah entahlah. Apakah kalian tahu?

Kantong Keresek

Simbok Venus sempat bercerita tentang perjumpaannya dengan Bapak Djong Siaw Khiang di akun Instagramnya.

Percakapan yang membuat Simbok dan saya yang membacanya, terhenyak.

“Kenapa Bapak mau ngeluarin milyaran rupiah buat bikin kelenteng?” tanya Simbok.

“Kita lahir tidak membawa apa-apa, mati pun tidak membawa apa-apa”, jawab Bapak Djong singkat.

Ah, terima kasih Pak, sudah mengingatkan kami.

Perjalanan ini adalah undangan dari Kementerian Pariwisata Indonesia . Saya dan teman-teman blogger mengeksplor beberapa tempat wisata di Singkawang. Silahkan juga cek foto-fotonya di Twitter dan Instagram dengan hashtag #PesonaSingkawang #PesonaPontianak #PesonaIndonesia

About the author

An adventurous girl from Indonesia. She loves to soaring the sky with gliders, dive into ocean, mountain hiking, rafting, caving, and so on.

Related Posts