[Review] Anessa, Sunscreen Dari Jepang yang Cocok Untuk Traveler & Adventurer

0

“Kak Satya, boleh bagikan tips skincare-nya dong, kok bisa main di bawah matahari terus tapi kulitnya tetap kelihatan sehat?”, tanya seseorang di DM Instagram saya. Hmmm… sebenarnya sudah banyak yang bertanya pertanyaan serupa. Sekalian deh saya jawab di blogpost ini saja ya. Meski bahasannya bukan 10 steps skincare, melainkan produk yang wajib dan penting untuk menjaga kulit kamu sehat meski sering plesiran dan main di bawah matahari.

Kalau sudah dapat pertanyaan seperti itu, tentang rahasia supaya kulit tetap sehat meski sering main di bawah matahari plus naik gunung nggak pernah kebakar mukanya, yaaa jawabannya satu: pakai sunscreen! No doubt!

Hampir segala aktivitas saya dilakukan di luar ruang, berada di bawah terik matahari, baik itu sedang ada di pantai atau di gunung. Kegiatan outdoor yang jadi kegemaran saya itu ternyata memiliki resiko juga, termasuk salah satunya kulit terbakar (sunburnt) yang rasanya sakit dan bikin kita kayak ular (re: mengelupas kulitnya untuk berganti dengan kulit baru). Saya ingat betul sewaktu awal-awal masih remaja, saya naik gunung dan belum mengenal apa itu sunscreen atau tabir surya dan setiap turun gunung akhirnya harus menerima kondisi kulit wajah merah mengelupas dan hidung biasanya menghitam karena terbakar kulitnya.

Urgghhh, jelek banget, nggak lagi-lagi mau kebakar begitu.

Saya nggak mau kulit saya malah jadi kisut dan jelek terbakar tapi masih pengen terus beraktivitas dan menjalani hobi saya di luar ruang. Inginnya kulit ya terlihat selalu sehat sampai tua nanti ya. Jadi, sudah menjadi ritual saya di pagi hari sebelum keluar rumah untuk memakai tabir surya dan tidak pernah sehari pun lupa karena memang sudah menjadi kebiasaan. Jadi nggak harus ketika mau naik gunung atau ke pantai saja ya. Pakai sunscreen itu wajib setiap hari, bahkan cuma ke warung dekat rumah sekalipun.

Sejak kejadian kulit terbakar waktu remaja itu, saya sudah memakai sunscreen wajah dengan SPF 50+ dan sudah tidak pernah lagi mengalami kulit terbakar atau terkelupas karena paparan sinar matahari. Lalu beberapa bulan lalu, saya melihat ada produk sunscreen yang belum familiar namanya untuk saya, “Anessa” yang ternyata produk dari Jepang, anak dari mother company Shiseido (pasti sudah familiar dong dengan produk skincare Shiseido yang bikin kulit glowing itu). Jadi secara brand, meski belum familiar namanya, saya punya ekspektasi baik terhadap Anessa.

Saya pribadi butuh sunscreen yang tahan dipakai di air (water resistant) karena aktivitas berenang, scuba diving dan freediving juga biasanya saya lakukan di bawah terik matahari. Jadi butuh pelindung yang nggak luntur kalau kena air. Juga yang tidak luntur kalau berkeringat, nggak bikin muka kayak pakai topeng putih juga (istilah kerennya no whitecast) hahahaha. Kulit saya berwarna cokelat jadi tidak suka sunscreen yang bikin wajah terlihat putih dan belang dengan warna leher serta lengan.

It’s a BIG NO NO …

Sebelum menulis review ini, tentu saja saya sudah mencoba memakainya hampir 2 bulan supaya benar-benar bisa menulis review yang jujur dan semoga berguna buat kalian semua.

Ada 3 produk Annesa yang saya coba:

  • Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Spray SPF 50+ PA++++
  • Anessa Whitening UV Sunscreen Gel SPF 50+ PA++++
  • Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare Milk SPF 50+ PA++++

Jadi ada Anessa spray berbentuk botol kaleng berwarna gold, Anessa gel yang berbentuk tube warna putih dan Anessa Milk yang berbotol plastik berwarna gold dan blue di bagian kepalanya. Packaging-nya simple namun elegan menurut saya. Apalagi logo mataharinya itu mengingatkan saya pada dewa matahari. Hahahaha…

Untuk Anessa spray pastinya saya tidak perlu menjelaskan bagaimana cara pakainya dan rasanya bagaimana, karena ya tinggal disemprot ke wajah namun pelan saja dan pastikan jaraknya 20-30 cm dari depan wajah, tutup mata dan tahan nafas sebentar saat menyemprot agar tidak masuk ke mata atau terhirup. Versi spray ini praktis karena tidak harus dioles ke wajah dan diputar agar meresap, cukup ditepuk-tepuk pelan di kulit wajah.

Anessa Gel teksturnya memang gel dan tidak bikin lengket di kulit. Biasanya untuk takaran pemakaian, saya pakai satu sendok sunscreen untuk mengoleskan gel ini di wajah. Sunscreen ini berbeda dengan serum / gel skincare yang satu ujung telunjuk aja cukup. Pastikan kalian benar-benar mengolesi setiap jengkal wajah. Kalau kita terlalu pelit atau menghemat-hemat pemakaian sunscreen, perlindungannya malah jadi nggak maksimal kan?

Anessa Milk teksturnya lebih sedikit kental dari yang gel tapi tidak lengket sama sekali kok di kulit. Tetap ringan dan nggak greasy. Meski agak kental, saat dioleskan ke wajah nggak butuh waktu lama untuk meresap sempurna di kulit. Enak betul. Padahal takarannya juga sama seperti kalau pakai yang gel, satu sendok makan untuk melindungi wajah berjam-jam. Jangan lupa untuk dikocok dulu sebelum dipakai ya karena di dalamnya ada bola (semacam bola tipe-x) untuk mengocok sunscreen-nya agar tercampur sempurna.

Biasanya saya selalu re-apply atau mengoleskan ulang setiap 2 jam sekali, apalagi ketika beraktivitas di bawah matahari yang super terik termasuk saat naik gunung. Banyak orang terkecoh dengan dinginnya hawa pegunungan dan merasa baik-baik aja, nggak perlu mengoleskan ulang sunscreen. Padahal itu salah. Semakin kita mendaki tinggi, paparan sinar UVA dan UVB juga semakin tinggi, jadi harus tetap proteksi kulit wajah dengan re-apply ya.

Untuk kandungannya, Anessa ini mengandung Zinc Oxide, Octocrylene, Titanium Dioxide, Uvinul A Plus & Tinosorb S Aqua. Di dalam produknya juga terdapat beberapa bahan seperti super hyaluronic acid, marine collagen, aloe vera, rosehip, green tea & tormentil yang dipercaya untuk menjaga kulit kita lembab terhidrasi.

Kulit wajah saya tergolong sensitif makanya saya butuh coba sunscreen Anessa ini untuk beberapa waktu untuk melihat reaksinya di kulit. Syukurlah setelah 2 bulan tidak ada efek apapun, kulit saya masih sehat, tidak ada ruam atau chemical affected, namunnn… ini kan buat saya ya, untuk kalian mungkin berbeda karena kondisi kulit kita berbeda, kalau saya jenis kulit normal (tidak berminyak, tidak berjerawat).

Jadi silahkan dicoba sendiri ya!

Kesimpulan akhirnya, saya memutuskan untuk berpindah hati dari sunscreen yang biasa saya pakai ke Anessa setelah mencobanya untuk waktu yang lumayan. Saya senang sekali dengan hasilnya di wajah; tidak lengket, tidak berminyak, tidak meninggalkan noda putih di wajah, tahan air dan keringat (ini penting banget buat saya!), kulit tetap lembab dan terasa ringan. Laffffff banget deh!

Untuk harga, Anessa ini berkisar 400an-ribu rupiah dengan ukuran 60ml dan bisa mudah kalian temukan di drugstore semacam Watson tapi juga banyak yang jual di marketplace.

Menurutku harganya masih terjangkau apalagi sunscreen ini memegang peranan penting untuk menjaga kulit kita dari penuaan dini, bercak hitam dan kanker kulit. Jadi, sunscreen pun adalah investasi yang penting buat wajah kita. Tak peduli apapun jenis kelamin kalian, laki-laki atau perempuan, jangan lupa untuk pakai sunscreen setiap keluar rumah ya!

Cheers,

About the author

An adventurous girl from Indonesia. She loves to soaring the sky with gliders, dive into ocean, mountain hiking, rafting, caving, and so on.

Related Posts