Tiada Cinta di Pulo Cinta Eco Resort Gorontalo

Cinta, oh cinta

Memang ya apa pun yang dibumbui dengan cinta itu memang lebih menarik. Salah satunya Pulo Cinta Eco Resort yang akhir-akhir ini jadi perbincangan para netizen sebagai tempat memadu cinta bagi pasangan yang dimabuk asmara alias tempat buat honeymoon.

Kenapa sih resort ini disebut “Pulo Cinta” / pulau cinta?

Nah coba kamu lihat foto di paling atas Aerial shot eco-resort yang diambil oleh sahabat saya, Yusni Mustafa, memakai drone kesayangannya memang menunjukkan kalau bentuk nya seperti hati. Tapi Pulo Cinta staff sendiri bertutur kalau sebelum eco-resort itu dibangun, pulau (sebenarnya lebih kayak gusung pasir sih) itu memang mirip hati dilihat dari atas.

Pulo-cinta-gorontalo
Pulo Cinta Eco Resort from above. Photo by : Yusni Mustafa

Resort-pulo-cinta

Namun selain resortnya yang berbentuk hati, ada juga cerita legenda yang menarik dari pulau ini. Konon katanya, dahulu di zaman penjajahan kolonial, ada satu cerita tentang sepasang sejoli, pangeran Gorontalo dan putri saudagar Belanda yang dulu datang untuk berdagang rempah-rempah. Pulo Cinta adalah tempat mereka melarikan diri sejenak untuk bertemu, melepas rindu tanpa diketahui siapa pun. Apakah pada akhirnya mereka menang atas cinta mereka dan lalu bersatu hidup bahagia selamanya, saya tidak tahu. Karena memang tidak ada kelanjutan ceritanya. Menurut kalian mereka bersatu atau tidak?

Resort ini dibuka tahun 2015 dan terdiri dari 12 water bungalow dan restoran di tengah-tengahnya. Ada one bedroom villa, two bedrooms villa dan three bedrooms villa yang cocok buat yang ingin liburan bersama keluarga besar.

Satya-di-pulo-cinta
Photo by : Yusni Mustafa

Kenapa disebut Eco-Resort?

Karena Pulo Cinta Eco Resort ini memang mengusung penginapan yang ramah lingkungan. Listriknya bersumber 100% dari Solar Panel, organic toiletries product, sistem pembuangan limbah yang tidak langsung ke laut. Tidak pakai Air Conditioner tetapi desainnya dibuat sedemikian rupa agar ada banyak ventilasi dan sirkulasi udaranya baik dan bikin nyaman tamu yang menginap di sana.

Kamar-pulo-cinta

Bathroom-pulo-cinta

Digadang-gadang sebagai Maldives-nya Indonesia, Pulo Cinta ini memang menakjubkan dengan pasir putihnya yang lembut dan air lautnya yang berwarna turquoise bening dan berkilau saat matahari menyinarinya. Hanya lautan biru yang tampak sejauh mata memandang.

Satya-di-tangga
Photo by : Ellen

Ikan-kayu-pulo-cinta

Saat air sedang pasang, akan sangat menyenangkan untuk snorkeling di sekitar Pulo Cinta, bahkan bisa langsung turun dari depan kamar. Tapi jangan turun saat air sedang surut ya karena kita bisa dengan tidak sengaja malah menginjak terumbu karang karena terlalu dangkal untuk direnangi.

Sebenarnya tanpa beraktivitas apa pun, kita bisa leyeh-leyeh seharian di water villa nya. Kasurnya lebar dan empuk bikin seharian ingin tiduran. Di balkon / sundeck–nya juga ada bean bags dan hammock untuk bersantai sambil baca buku. Tidak perlu mikir apa-apa karena makanan sudah tersedia di eco-resort tiga kali sehari dan juga snack.

Baca-buku-di-hammock
Photo by : Ellen
Satya-di-hammock
Photo by : Yusni Mustafa

Lucunya, karena memang ingin menguatkan image “cinta”, sampai makanan pun dibuat sedemikian rupa berbentuk hati. Dan saya harus acungi jempol karena bukan hanya bentuknya yang ciamik, tetapi rasanya juga enak sekali. Saya langsung memberikan pujian kepada koki nya karena puas sekali dengan rasa makanannya.

Resto-pulo-cinta

Bagaimana cara ke sana?

Untuk mencapai “Pulo Cinta Eco Resort” ini, kalian bisa terbang ke Jalaluddin Airport Gorontalo, lalu menempuh jalur darat sekitar 2 jam ke arah Boalemo. Tiba di dermaga Boalemo, kapal dari Pulo Cinta akan menjemput dan mengantar ke resort dengan waktu tempuh sekitar 25 menit. Kami sedikit terguncang-guncang di dalam kapal karena laut saat itu sedang berombak, tetapi bersyukurnya cuaca cerah sekali.

Oh iya sebagai info tambahan, tidak ada sumber air bersih di resort ini sehingga air didatangkan dari daratan Boalemo. Jadi diharapkan pakai airnya hemat-hemat ya. Sinyal juga tidak terlalu bagus tetapi ada wi-fi yang disediakan untuk tamu yang datang ke Pulo Cinta yang koneksinya cukup kencang.

Resort-pulo-cinta-laut
Photo by : Ellen

Dan harus diingat bahwa Pulo Cinta ini memang cocoknya buat pasangan. Baik yang baru menikah atau yang mengulang kembali masa-masa muda saat mereka jatuh cinta, merayakan wedding anniversary.

Kalau tidak ada pasangan, disarankan tidak ke sini, karena hanya akan bikin kamu gigit jari melihat banyak pasangan yang bermesraan di sana seperti saya dan Yusni kemarin ketika berkunjung ke Pulo Cinta. Karena itulah saya memberikan judul tiada cinta di Pulo Cinta. Hahahaha…

Cinta, oh cinta…

Satya-empat-orang
Ellen, Yusni, Ferry dan saya… | Photo by : Yusni Mustafa

Little Notes :

  1. Rate menginap satu malam di Pulo Cinta Eco Resort berkisar Rp 3.500.000,- hingga Rp 15.000.000,- per malam. Bisa dilihat lebih lengkap untuk rate-nya di website Pulo Cinta. Harga itu semuanya sudah termasuk transfer pakai mobil Gorontalo-Boalemo-Gorontalo. Boat transfer Boalemo-Pulo Cinta-Boalemo. Meals 3x a day, snack, free flow tea and coffee, snorkeling gears.
  1. Bisa 1 day trip saja ke Pulo Cinta seperti saya kemarin. Sila kontak Ellen Warung Kita Travel Agency di nomor +62-813-4227-5551 . One day trip di Pulo Cinta juga asyik kok dan nggak semahal menginap di sana. Untuk harga silakan kontak Ellen langsung ya.

Cheers,
Sign Satya

About the author

An adventurous girl from Indonesia. She loves to soaring the sky with gliders, dive into ocean, mountain hiking, rafting, caving, and so on.

Related Posts