Ullen Sentalu, Museum Cantik Nan Rindang di Yogya

Ada satu museum yang sedang ramai diperbincangkan di social media, namanya Ullen Sentalu. Karena seluruh pengunjung dilarang mengambil gambar ruangan dalam museum, untuk memuaskan rasa penasaran, tentu saja kita harus datang langsung kesana.
Museum ini terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Daerah Istimewa Yogyakarta. Waktu tempuhnya sekitar 45 menit dari pusat kota Yogya. Rasa sejuk menyapa kulit ketika kita memasuki komplek museum Ullen Sentalu. Kami datang di hari biasa sehingga tidak terlalu banyak pengunjung yang datang. Setelah membayar tiket seharga Rp 30.000,- per orang, kami diminta menunggu sebentar dan digabung dengan pengunjung lain. Tak lama kemudian, seorang Mbak cantik bertubuh mungil menghampiri kami dengan senyum sumringah, namanya Mbak Dian (sayang tidak sempat minta foto dengannya) 
Sebelum memasuki museum, Mbak Dian memberikan beberapa pengarahan kepada kami, salah satunya adalah dilarang mengambil foto selama berada di dalam museum. Mbak Dian membukakan pintu dan mulai bercerita tentang musuem Ullen Sentalu. Dengan sendirinya, kita akan mengerti mengapa kita dilarang mengambil foto di dalam museum. Alasannya tidak lain adalah agar kita menyimak penjelasan dari Mbak Dian dengan seksama dan tidak asyik sendiri foto sana sini. Saya kagum dengan Mbak Dian karena cara penuturannya yang khas, membuat pengunjung lekat padanya, dan mendengarkan setiap kata-katanya. 
Nama Ullen Sentalu adalah singkatan dari ulating blencong sejatine tataraning lumaku yang artinya nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Lampu blencong sendiri adalah lampu minyak yang biasa digunakan dalam pertunjukan wayang kulit. 
Bangunan Museum Ullen Sentalu didominasi oleh batu dan kayu dengan daun dan akar rambat menghiasi sudut-sudutnya. Pencahayaan ruangannya nyaman di mata dan membuat kita merasakan sensasi yang menakjubkan. Tempat pertama yang akan dikunjungi adalah Guo Selo Giri. Untuk memasuki ruang pameran pertama ini, kita akan melewati terowongan bawah tanah lalu menjumpai beberapa gamelan dan lukisan tokoh-tokoh keraton. Mbak Dian dengan apik membuat suatu narasi yang mengajak kita berimajinasi ke masa lampau. Saya benar-benar terperangah dibuatnya. 
Setelah Guo Selo Giri, Mbak Dian mengajak kami memasuki area Kampung Kambang yang terdiri dari 5 ruang pameran yang dikelilingi air yaitu Ruang Tineke, Ruang Paes Ageng Gaya Yogyakarta, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran dan Ruang Putri Dambaan. 
Ruang pameran favorit saya adalah Ruang Putri Dambaan. Di ruang tersebut, kita diajak untuk mengenal satu putri kraton yang cantik dan serba bisa, jago berkuda, pandai menari pula, namanya Gusti Nurul Kamaril Ngasarati Koesoemawardhani. Saya terpana melihat foto-fotonya. Sebagai perempuan, saya kagum dengan pilihannya untuk tidak berpoligami, Dahulu, beliau menjadi rebutan banyak pria, termasuk Presiden pertama RI, Ir Soekarno. Pada akhirnya, sang putri dambaan ini menjatuhkan pilihannya kepada sepupunya, Kolonel Raden Mas Surjosularso. 
Gusti Nurul sedang berkuda, ooh ooh ohh keren sekali <3
Gusti Nurul yang cantik menawan
Sehabis mengunjungi ruang pameran tadi, kami disuguhi satu ramuan jamu khas keraton (Jamu Ratu Mas) yang rasanya enak (karena saya penyuka jamu kali ya) dan dipercaya dapat memulihkan stamina. Sehabis meminum jamu, kami diajak melintasi Taman Arca Durga dimana pengunjung boleh berfoto sejenak. Waktu itu pas dengan jam latihan adik-adik dari sanggar tari sehingga kami sempat menyaksikan sesi latihan mereka. Tak lama kemudian kami diajak memasuki Ruang Budaya untuk melihat beberapa patung penari tradisional Jawa. 
Taman Arca Durga
Adik-adik sanggar yang sedang berlatih menari tarian tradisional
Bagian belakang Museum Ullen Sentalu
Bareng teman-teman Partai Pejalan Nasional (jangan tertawakan namanya ya). Ki-ka : Like, Satya, Eka, Sita, Finna 

Dengan segala pesonanya, wajar saja Museum Ullen Sentalu ini terpilih menjadi “Traveller’s Choice Attraction”, menduduki posisi pertama di antara ratusan museum lainnya di Indonesia. Saya pribadi jatuh cinta sekali dengan museum ini. Museum ini pun menjadi favorit saya selain Museum Di Tengah Kebun 😉 Saya tak bisa memilih antara keduanya karena sama-sama cantik dan memikat. 
Untuk info terkini tentang Museum Ullen Sentalu dan melihat beberapa foto-foto museum ini, teman-teman bisa mengunjungi website nya di sini ya.
Selamat terkesima…
About the author

An adventurous girl from Indonesia. She loves to soaring the sky with gliders, dive into ocean, mountain hiking, rafting, caving, and so on.

Related Posts